Pernah mendengar tentang proses kopi basah? Proses ini mungkin kurang umum dibandingkan proses kopi lainnya, tetapi populer di Indonesia, khususnya di Sumatra dan Sulawesi. Namun, perlu diperjelas kapan pertama kali diperkenalkan; beberapa orang percaya proses ini terjadi jauh sebelum Belanda memperkenalkan kopi di negara ini. Lalu, apa yang membuatnya unik, dan mengapa petani kopi Indonesia lebih menyukai metode ini?
Daftar Isi
BeralihJadi, Apa itu Proses Kopi Kulit Basah?
Proses lambung basah, juga disebut giling basah dalam bahasa Indonesia, adalah metode pengeringan buah kopi di daerah dengan kelembaban tinggi, seperti di Indonesia. Proses ini dimulai dengan memanen buah kopi sebelum memasukkannya ke dalam mesin pengupas kopi yang digerakkan dengan tangan. Mesin ini membuang kulit buah kopi, bukan daging buahnya.
Buah kopi yang sudah dikupas kemudian disisihkan untuk menjalani fermentasi semalaman. Proses ini menghasilkan pemecahan lendir atau lapisan di bawah kulit buah kopi. Keesokan harinya, lapisan tersebut dibilas hingga bersih, hanya menyisakan lapisan tipis kulit buah kopi. Buah kopi kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama total 2-3 hari, lebih cepat daripada proses lainnya.
Karakteristik Kopi Kulit Basah
Dari semua jenis metode pengolahan kopi, kulit basah adalah yang tercepat. Metode ini memberikan cita rasa yang cukup khas yang akan meningkatkan pengalaman menyeruput secangkir kopi. Rasanya kaya dan bersahaja, dengan sedikit rasa herbal di sana-sini.
Profil rasa unik dari kopi basah merupakan hasil dari pengeringan udara setelah buah kopi dikupas. Oleh karena itu, batch tertentu mungkin menawarkan warna tanah yang lebih kuat daripada yang lain, tergantung pada kemungkinan ketidakteraturan. Namun, anomali akan menghasilkan rasa yang kaya jika biji kopi yang Anda gunakan berkualitas tinggi.
Varietas Kopi Indonesia Populer yang Diproduksi Menggunakan Proses Kopi Kupas Basah
Metode lambung basah banyak digunakan untuk memproses berbagai Jenis-jenis biji kopi di IndonesiaBerikut ini adalah beberapa yang populer:
- Kopi Sumatera: Pulau Sumatera menyediakan biji kopi berkualitas yang diolah dengan metode wet hulled. Yang paling populer adalah Gayo (Aceh), Sidikalang (Sumatera Utara), dan Kopi lampung (Lampung).
- Sulawesi: Sulawesi atau Kopi Toraja dikenal sebagai salah satu biji kopi kualitas tertinggi di dunia yang juga menggunakan metode wet hulled.
- Jawa: Lambung basah juga diterapkan untuk menghasilkan kopi arabika Jawa yang dibudidayakan di dataran tinggi Ijen.
Mengapa Petani Indonesia Mengolah Kopi Mereka Secara Basah?
Kopi dengan kualitas rata-rata memerlukan waktu antara 2 dan 3 minggu untuk benar-benar kering di daerah beriklim hangat. Hal ini akan memakan waktu lebih lama di Indonesia, di mana sebagian besar wilayah negara ini memiliki curah hujan yang tinggi. Berdasarkan statista data tahun 1991-2020, rata-rata curah hujan bulanan di Indonesia berkisar antara 166.9 milimeter (Agustus) hingga 299.19 milimeter (Desember).
Musim hujan berlangsung dari Oktober hingga April, meskipun ada variasi regional. Secara keseluruhan, musim hujan berlangsung di Indonesia hampir sepanjang tahun. Oleh karena itu, petani kopi lebih menyukai proses kopi kupas basah, yang memakan waktu lebih sedikit daripada metode lain. Jika petani menggunakan metode kering, kopi akan rusak karena kadar airnya yang tinggi.
Manfaat Proses Kopi Kulit Basah?
Sebagian besar manfaat dari proses kulit basah tidak ditujukan bagi penikmat kopi yang menyukai rasa halus dari minuman mereka, tetapi bagi para petani. Bagaimana bisa begitu? Secara umum, kulit basah merupakan metode yang hemat waktu untuk memproduksi kopi.
Artinya, petani kopi bisa meraup untung lebih cepat. Terutama bagi petani kopi skala kecil yang sangat bergantung pada penghasilan cepat, metode ini sangat membantu mereka untuk hidup dari tanah mereka.
Akan tetapi, sebagian besar petani hanya memperoleh sedikit keuntungan ekonomi jika kualitas kopi yang diolah adalah kopi biasa. Selain itu, biji kopi tersebut sebagian besar digunakan untuk campuran dalam bisnis yang menyajikan kopi, yang biasa dilakukan oleh orang awam.
Proses Wet Hulled untuk Roaster dan Barista
Biji kopi basah bisa jadi sulit dipanggang. Namun, sedikit biji kopi ini dapat meningkatkan kekentalan campuran, sehingga memengaruhi rasa produk akhir. Namun, gunakan persentase yang rendah karena penggunaan yang tinggi akan membuat campuran terasa keruh. Aturan praktisnya adalah menemukan rasio yang tepat.
Bagi para barista, kopi yang digiling basah hanya memiliki sedikit rasa manis dan asam tetapi memiliki body yang kuat. Oleh karena itu, perhatikan suhu untuk menghindari pembakaran body campuran yang sudah kuat. Selain itu, jangan terlalu lama menyeduh kopi untuk menjaga keseimbangan kombinasi rasa agar menghasilkan profil kopi yang paling unik.
Bila dilakukan dengan benar, proses kopi kulit basah dapat menghasilkan biji kopi dengan cita rasa yang khas. Mungkin tidak cocok untuk semua orang, tetapi jika Anda mendapatkan kopi kulit basah berkualitas, Anda akan menemukan cita rasa yang unik. Bingung di mana bisa mendapatkan biji kopi kulit basah berkualitas? Anda selalu dapat menghubungi FnB Tech IndonesiaKami memiliki pengalaman bertahun-tahun menjual biji kopi berkualitas Indonesia kepada lebih dari 17,000 pembeli di pasar lokal dan internasional. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi kami untuk merasakan biji kopi Indonesia yang paling autentik.